Pembaharuan Struktur POKTAN “Ardo Songo Telu” Sempat Diwarnai Dengan Adu Argumen
Ungkapfakta.co.id || Surabaya – Pembaharuan pengurus Kelompok Tani (Poktan) “Ardo Songo Telu” diadakan di Balai RT, Ikan Dorang Baru No.66B, RT 009 RW 003, Kelurahan Perak Barat, Kecamatan Krembangan. Acara baru dimulai setelah sholat isya’. Sabtu (12/7/2025).
Pembuka’an acara diawali dengan sambutan hangat secara singkat yang dipimpin oleh Bapak Teguh selaku Moderator dan juga sebagai pengurus RT. Acara ini dihadiri oleh Anggota Kelompok Tani, Ketua RT, Wakil RW, Pihak Kelurahan, PPL dari Dinas Pertanian, serta Tokoh masyarakat setempat.
Setelah diawali dengan sambutan secara singkat, lalu dilanjutkan oleh Bapak Imam Syafi’i selaku Ketua RT sekaligus Ketua Poktan yang baru.
“Saya mohon izin untuk jadi Ketua, karena yang kemaren itu terjadi mis komunikasi antara pengurus Poktan lama dengan pengurus RT, jadi disini saya kepingin terlibat lebih jauh”, Ucap Mas Imam (Sapa’an akrabnya).
Masih dengan Mas Imam,”Saya juga melibatkan banyak orang supaya dapat meringankan pekerja’an yang lain, tujuannya adalah untuk menjadi kampung yang mandiri melalui Kelompok Tani”, Ungkapnya.
Dalam proses pembaharuan struktur Kelompok Tani “Ardo Songo Telu”, terjadi beberapa perdebatan dan argumentasi antara Tokoh Masyarakat dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian yang ditugaskan di wilayah Kecamatan Krembangan. Perdebatan ini muncul karena perbeda’an pendapat mengenai struktur kepengurusan dan arah kebijakan kelompok.
Sebagai Tokoh masyarakat, Pak Sikan dan Pak Suprayitno menjelaskan kepada Mas Putra selaku PPL wilayah Krembangan, “Keputusan ini sudah FINAl Mas, terbentuknya struktur kepengurusan yang baru ini sudah dirapatkan sebelumnya, jadi tolong jangan diurek urek lagi, nanti bisa panjang”, Tegasnya.
Wakil RW pun yang hadir juga menambahkan “Memang tidak ada yang sempurna, Mas Putra sebagai Pembimbing kedepannya tinggal mengarahkan, kesalahan itu bisa dibenahi sedikit demi sedikit, dan saya juga sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Pak Sikan”, Imbuhnya.
Setelah melalui diskusi yang panjang dan intensif, akhirnya tercapai kesepakatan mengenai struktur kepengurusan baru dan arah kebijakan kelompok. Struktur kepengurusan baru ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kelompok tani dalam mencapai tujuannya.
(Sambasri)





