Warga Bagong Ginayan Resah, Proyek Saluran di Bagong Ginayan 6 Kelurahan Ngagel Dinilai Membahayakan Keselamatan
Ungkapfajta.co.id || Surabaya – Pembangunan saluran atau yang dikenal sebagai program Dakel (Dana Kelurahan) di Jalan Bagong ginayan 6 wilayah Kelurahan Ngagel, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, menuai keluhan dari warga sekitar. Pasalnya, pekerjaan saluran yang seharusnya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan lingkungan justru dinilai membahayakan warga.
Proyek tersebut melibatkan pemasangan u-ditch (saluran beton pracetak), namun ironisnya, hingga saat ini banyak bagian saluran yang sudah di gali tapi belum terpasang, dan banyak tanah liat dan pasir yang sangat membahayakan warga lewat, Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran serius dari masyarakat sekitar karena dapat menjadi potensi kecelakaan, terutama pada malam hari atau saat kondisi hujan ketika saluran sulit terlihat.
“Saya hampir jatuh waktu lewat sini malam-malam. Ini sangat berbahaya apalagi buat anak-anak atau orang tua,” keluh salah satu warga yang enggan disebut namanya. Ia berharap pemerintah segera menindaklanjuti kondisi tersebut sebelum menimbulkan korban.
Warga lainnya juga menyampaikan keluhan serupa. Mereka mengaku tidak mendapatkan informasi yang cukup mengenai tahapan pekerjaan, serta tidak adanya papan nama informasi terkait anggaran, serta kapan proyek tersebut akan selesai dan kapan area yang terbuka akan ditutup kembali. Situasi ini membuat warga merasa resah dan tidak nyaman beraktivitas di sekitar lokasi proyek.
Saat mau dikonfirmasi terkait proyek tersebut, Pak lurah enggan Mau menemui, terkesan di lempar lempar. “temui yang atas nama bapak Fausi aja, staf pembangunan” ungkap staf kelurahan kepada wartawan
Pernyataan tersebut menambah kebingungan masyarakat terkait siapa pihak yang saat ini bertanggung jawab mengawasi pelaksanaan proyek Dakel tersebut di wilayah Ngagel Minimnya informasi serta kurangnya pengawasan dari pihak kelurahan diduga menjadi penyebab lambannya penanganan dan pembiaran terhadap pekerjaan yang membahayakan tersebut.
Proyek Dakel sendiri merupakan bagian dari program pemerintah kota untuk mempercepat pembangunan berbasis wilayah kelurahan, dengan harapan dapat menjawab kebutuhan langsung masyarakat di tingkat paling bawah. Namun pelaksanaan di lapangan yang tidak sesuai harapan justru menimbulkan keresahan dan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Warga berharap pemerintah kota Surabaya, khususnya Dinas PU Bina Marga dan Pematusan serta pihak kelurahan yang kini menjabat, segera turun tangan mengatasi persoalan ini. Selain demi keselamatan, penyelesaian proyek secara baik dan transparan juga menjadi bentuk penghormatan terhadap hak warga untuk mendapatkan lingkungan yang aman dan nyaman.
(Basri)





