Penuh Cinta dan Doa, Dwi Ningsih Gelar Tahlil ke- 1000 Hari untuk Suaminya Heru Santoso

Penuh Cinta dan Doa, Dwi Ningsih Gelar Tahlil 1000 Hari untuk Suaminya Heru Santoso

 

Bacaan Lainnya

Ungkapfakta.co.id || Surabaya – Sebagai bentuk cinta dan bakti yang tak terputus meski raganya telah tiada, keluarga besar istri almarhum Dwi Ningsih, menggelar tahlil 1000 hari wafatnya almarhum Heru Santoso, di kediaman berlamatkan Simo Pronajaya Gang 1 Kelurahan Suko Mulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal, Minggu (1/6/2025) malam.

Acara yang dihadiri oleh putra-putri, menantu, cucu, buyut serta para kerabat dan tetangga ini merupakan bentuk nyata dari kasih sayang dan penghormatan kepada almarhum Heru Santoso.

Dalam suasana malam ini saling mendoakan malam itu penuh kekhusyukan, doa, zikir, sholawat, dan lantunan tahlil menggema sebagai persembahan batiniah bagi sang ibu, nenek, dan mbah buyut tercinta.

Kegiatan tahlil ini tidak hanya menjadi tradisi dalam keluarga dan masyarakat, tetapi juga sebagai sarana spiritual untuk mendoakan almarhum mengambil teladan dari amal kebaikannya semasa hidup, serta meraih keberkahan dari majelis yang mulia. Hal tersebut disampaikan oleh salah satu pemimpin doa jamaah yasin tahlil setempat.

“Selain sebagai bentuk istighfar kepada Allah SWT untuk almarhum Heru Santoso, acara ini juga menjadi pengingat bagi kita semua atas amal baik yang beliau tinggalkan, serta upaya untuk meraih keberkahan dari silaturrahmi, guyub rukun kebersamaan dalam doa dan dzikir,”sebut saja Bu Nyai.

Sementara itu istri dari almarhum Heru Santoso Dwi Ningsih, menambahkan bahwa tahlil 1000 hari itu juga menjadi momen untuk menjaga tali silaturahmi antar keluarga dan kerabat juga tetangga.

“Tahlilan ini adalah bentuk cinta, penghormatan kami sebagai Istri almarhum dan anak – anak. Selain mendoakan beliau, ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan dengan para kerabat, tetangga, dan orang-orang yang dekat dengan beliau,”tutur Dwi Ningsih.

Acara ini menjadi pengingat bahwa hubungan antara yang hidup dan yang telah wafat tidak terputus oleh kematian. Selama masih ada doa dan cinta, ikatan itu akan selalu hidup di dalam hati.

 

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *