Gubenur dan Pangdam V Brawijaya Panen Padi Varietas PMJ – 01 di Lamongan

Gubenur dan Pangdam V Brawijaya Panen Padi Varietas PMJ – 01 di Lamongan

 

Bacaan Lainnya

Ungkapfakta.co.id || Lamongan – Ungkapfakta.co.id./ kegiatan panen raya di desa Jotosanur Bakalanpule kecamatan Tikung yang dihadiri oleh Gubenur Jawa timur Dr.HC.Dra.Hj Khofifah Indar Parawangsa, masi berlangsung dengan suka cita, turut hadir pula pangdam V Brawijaya mayjen TNI Rudy Saladin. MA dan bupati Lamongan Dr H Yuhronur Efendi.MBA.16 Juni 2925 .

Dalam kesempatan ini Gubenur Jatim menegaskan pentingnya ketahanan pangan dan ditandai dengan keberhasilan panen raya dengan varietas PMJ – 01 yang dikembangkan oleh Kodam V Brawijaya maka dengan varietas PMJ – 01 akan dikembangkan pula varietas PMJ 02 – PMJ 03 varietas tersebut diharapkan bisa dikembangkan diseluruh wilayah Jawa Timur.

“Maka program yang di canangkan oleh Presiden Prabowo akan berjalan dengan sukses itu ditandai dengan keberhasilan Kodam V Brawijaya dalam mengembangkan padi varietas terbaru PMJ – 01 dan akan dilanjutkan dengan varietas pmj 02 dan PMJ 03 serta dikembangkan dan di riset oleh bapak Doladi yang menemukan bulir padi varietas tersebut, “ujar khofifah,

Menurut bupati Lamongan Dr H.Yuhronur Efendi MBA, bahwa beliau berkomitmen siap menjadi lumbung pangan nasional karena untuk panen tahun ini saja sudah 620.000 ton dalam musim panen pertama serta mendukung swasembada pangan nasional khususnya di wilayah Jawa Timur.

Maka dalam kesempatan ini ibu gubenur Jatim mempunyai konsep blue ekonomi dan Green ekonomi yg dikembangkan oleh kodim 0812 yang bernama ” kampung Pandu ” harus ada keuletan untuk menghasilkan inovasi dan kreatifitas yang bermutu dan tak lupa Ibu gubenur juga memberikan do’a kepada para tamu undangan karena beliaunya habis menunaikan ibadah haji tahun ini.

“Di harapkan dengan panen raya varietas PMJ 01 yang dikembangkan oleh Kodam V Brawijaya ini bisa menciptakan swasembada pangan nasional serta turut serta mendukung program yang dicanangkan oleh bapak Presiden Prabowo untuk tidak mengimport beras serta mengutamakan mensejahterakan para petani dengan harga gabah yang stabil antara 6500 – 7000 / kg gabah, “pungkasnya.

 

(Red/A.F )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *