Kasat Reskrim Angkat Bicara: Jeratan Benang di Ungkap Kebenarannya, Jembatan Suramadu Murni dari Layangan Putus

Ungkapfakta.co.id || Bangkalan – Polres Bangkalan melalui Satreskrim Polres Bangkalan terus lakukan penyelidikan adanya pengendara motor yang terluka akibat terjerat tali pada beberapa pekan lalu. Kejadian yang sempat viral di jagad medsos tersebut kini berhasil diungkap.

Hal tersebut terungkap usai personel Satreskrim Polres Bangkalan dan Unit Reskrim Polsek Sukolilo melakukan lidik di TKP dan beberapa Desa di Kecamatan Labang, yang lokasinya berdekatan dengan bentang Jembatan Suramadu sisi Madura.

Bacaan Lainnya

Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Hafid Dian Maulidi, S.H., M.H., mewakili Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono, S.H., S.I.K., M.I.K., menyatakan bahwa barang bukti benang yang dibawa dari TKP diduga mirip dengan benang layangan yang digunakan anak-anak di Dusun Kesek, Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan yang hobi bermain layangan di pantai.

“Kami terus lakukan penyelidikan dan pengecekan tempat yang sering digunakan untuk bermain layang layang di Dusun Kesek dan ditemukan anak-anak yang bermain layang-layang juga disana banyak ditemukan benang bekas layang-layang yang tertinggal di pinggir laut,”jelas AKP Hafid saat dikonfirmasi pada Rabu  (29/1/2025).

Seperti diketahui bahwa desa tersebut memang berdekatan dengan Jembatan Suramadu sisi Madura, selain itu pihaknya sempat menemui beberapa tokoh masyarakat setempat, diantaranya Sekdes Sukolilo Barat Muhammad Hakim, serta tokoh masyarakat Dusun Kesek Moch. Mohtar.

“Kami juga melakukan konfirmasi apakah masyarakat sekitarnya ada yang gemar bermain layang-layang. Ternyata kedua tokoh masyarakat tersebut membenarkan,” imbuh AKP Hafid.

Kemudian, Hafid bersama kedua tokoh masyarakat tersebut menuju pantai yang biasa dijadikan anak-anak bermain layangan. Ternyata benar, setiba di lokasi pantai tampak banyak anak-anak tengah mengudarakan layangan.

“Selain itu ditemukan pula banyaknya benang kusut dan beberapa kerangka layangan yang berserakan di pantai,”tuturnya.

Menurut pengakuan Pak Hakim, sering kali ada saja layangan putus yang terbawa angin ke Jembatan Suramadu.

“Kami akan lakukan pencocokan dan pengecekan ke Labfor Polda Jatim antara barang bukti benang TKP kejadian dengan benang yang digunakan oleh anak-anak ,” tegas AKP Hafid.

Kasat Reskrim menambahkan, kami mengumpulkan para anak-anak penggemar layangan tersebut untuk diberikan edukasi. Intinya kami mengimbau untuk tidak bermain layang-layang karena apabila layangannya putus dan nyangkut di tiang atau pagar jembatan, bisa membahayakan / melukai pengendara sepeda motor di Jembatan Suramadu.

“Harapan saya semoga kejadian pengendara motor yang terluka saat melintas di Jembatan Suramadu bukan bagian dari modus baru dari praktik tindak kejahatan seperti yang diduga sebagian masyarakat,”pungkasnya.

 

(Bairi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *