Ungkapfakta.co.id || Jakarta – Itulah yang membuat Kombes Pol. Dr. Muhammad Arsal Sahban, S.H., S.I.K., M.M., M.H, sempat terkejut ketika namanya muncul sebagai salah satu kandidat Hoegeng Awards 2026 – bukan karena diusulkan institusinya, tapi karena warga Lumajang dari berbagai penjuru, secara sukarela, mencalonkan mantan Kapolres mereka yang sudah lama pergi itu.
Kini, Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 resmi menetapkan Arsal Sahban sebagai satu dari tiga besar kandidat kategori Polisi Berintegritas – kategori yang oleh para juri sendiri disebut sebagai yang paling sulit, paling berlapis verifikasinya, dan paling bergengsi dalam ajang ini.
Malam puncak Hoegeng Awards 2026 akan digelar pada Jumat (31/7/2026) di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan. Dalam ajang penghargaan tersebut, satu perwira terbaik akan dinobatkan sebagai penerima Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Berintegritas.
Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB itu akan dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Chairman CT Corp Chairul Tanjung, sejumlah menteri, serta pimpinan lembaga negara.
Penganugerahan juga akan dimeriahkan oleh penampilan musisi Pongki Barata dan disiarkan secara langsung.
Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 telah menetapkan tiga finalis kategori Polisi Berintegritas, yakni Kombes Pol Muhammad Arsal Sahban, Kombes Pol Norul Hidayat, dan Kombes Pol Yimmy Kurniawan.
Penilaian dilakukan oleh Dewan Pakar yang terdiri atas Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Qotrunnada Wahid, Wakil Ketua Komnas HAM Putu Elvina, mantan Plt Pimpinan KPK Mas Achmad Santosa, anggota Kompolnas Gufron Mabruri, serta Ketua Komisi III DPR Habiburokhman.
Kombes Pol Muhammad Arsal Sahban, yang kini menjabat Kasubdit II Dittipideksus Bareskrim Polri, dikenal sebagai sosok tegas dan antisuap.
Saat menjabat Kapolres Lumajang, ia membentuk Tim Cobra yang berhasil menekan angka kriminalitas secara signifikan melalui pemberantasan begal, peredaran narkoba, dan berbagai tindak kejahatan lainnya.
Integritas dan kepemimpinannya bahkan mendapat apresiasi luas dari masyarakat Lumajang.
(Red)





