Ungkapfakta.co.id || Surabaya – Dedikasi tanpa henti jajaran Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya dalam mengawal arus mudik dan balik Lebaran membuahkan hasil gemilang. Satlantas Polrestabes Surabaya resmi dinobatkan sebagai peraih penilaian terbaik dalam kategori manajemen rekayasa lalu lintas di kawasan stasiun pada pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.
Satlantas Polrestabes Surabaya meraih penghargaan penilaian terbaik dalam manajemen rekayasa lalu lintas di kawasan stasiun. Penghargaan tersebut diberikan Dirlantas Polda Jawa Timur Kombes Pol Rahmat Hakim kepada Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya.
Penilaian tersebut mencakup penerapan manajemen dan rekayasa lalu lintas di sejumlah kawasan stasiun yang menjadi titik pergerakan masyarakat selama periode arus mudik dan balik Lebaran.
Di Surabaya, terdapat tiga stasiun utama yang menjadi perhatian, yakni Stasiun Gubeng, Stasiun Pasar Turi, dan Stasiun Wonokromo. Ketiga lokasi tersebut memiliki aktivitas penumpang yang cukup tinggi sehingga membutuhkan pengaturan lalu lintas yang efektif, terutama pada periode peningkatan mobilitas masyarakat.
Sementara itu, Dirlantas Polda Jawa Timur Kombes Pol Rahmat Hakim mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kinerja jajaran Satlantas Polrestabes Surabaya dalam mengelola lalu lintas di kawasan stasiun.
“Penilaian ini merupakan bagian dari evaluasi pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026. Kami melihat bagaimana manajemen dan rekayasa lalu lintas diterapkan untuk memberikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakan fasilitas transportasi kereta api,” kata Rahmat, Senin (10/8/2026).
Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Ia menegaskan, capaian itu merupakan hasil kerja bersama seluruh personel di lapangan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pengaturan lalu lintas di kawasan stasiun akan terus kami evaluasi agar mobilitas masyarakat tetap aman dan lancar,” ujar Galih.
Ia menambahkan, pengalaman selama Ops Ketupat Semeru 2026 akan menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi peningkatan aktivitas masyarakat pada momentum libur dan perayaan besar berikutnya.
(Red)





