Ungkapfakta.co.id || Surabaya – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi lima jenazah korban kebakaran dan tenggelamnya KM Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja terpadu lintas instansi yang terus berlangsung dalam upaya memberikan kepastian identitas kepada keluarga korban.
Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan sejak insiden terjadi, Polda Jatim bersama jajaran Polres di wilayah Madura telah bergerak cepat dengan berkolaborasi bersama berbagai instansi terkait dalam penanganan korban maupun proses identifikasi.
Sejak awal kejadian, Polda Jawa Timur bersama stakeholder terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan rumah sakit, telah membuka empat posko darurat dan Posko DVI, yakni di RSUD Sumenep, Pelabuhan Kalianget, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, serta Posko DVI di Rumah Sakit Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya. Hingga hari ini, lima kantong jenazah telah diterima dan seluruhnya berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Jawa Timur,” kata Jules di Posko DVI Rumah Sakit Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso, Senin (3/8/2026).
Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Jawa Timur selaku Komandan Operasi DVI, Kombes Pol. Dr. dr. Wahono Edhi menjelaskan, bahwa proses identifikasi dilakukan sesuai standar ilmiah DVI dengan melibatkan BPBD, Tim Identifikasi Ditreskrimum Polda Jatim, Ditpolairud Polda Jatim, RS Bhayangkara Surabaya, RS Bhayangkara Pamekasan, Sie Dokkes Polres Sumenep, Sie Dokkes jajaran Polres Madura, Polres KP3 Tanjung Perak, serta PPDS Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
“Tim DVI menerima lima kantong jenazah yang selanjutnya dilakukan proses identifikasi menggunakan data primer berupa sidik jari serta data sekunder berupa pemeriksaan gigi, data medis, visual, dan barang kepemilikan korban. Alhamdulillah, seluruh lima jenazah berhasil terverifikasi sehingga dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Wahono.
Adapun lima korban yang berhasil diidentifikasi, yakni
1. Sri Indratmo Wijaya, laki-laki, 47 tahun, warga Dukuh Lunggoh, Mojoagung, Pucakwangi, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
2. Siti Fatimah, perempuan, 57 tahun, warga Jalan Sultan Abudallah II, Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
3. Sari Sukoco, laki-laki, 39 tahun, warga Jalan Kawi 08-A, Sidorejo Kauman, Tulungagung, Jawa Timur.
4. Rino Eka Putra, laki-laki, 48 tahun, warga Kampung Dalam No. 84, Jorong Tangah Koto, Sungai Pua, Agam, Sumatera Barat.
5. Yedi Hendrawan, laki-laki, 63 tahun, warga Keruing Gang 4 No. 48, Selat Dalam, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
Kombes Pol. dr. Wahono Edhi menegaskan, hingga Senin (3/8/2026) Tim DVI telah berhasil mengidentifikasi seluruh lima jenazah yang diterima. Meski demikian, Operasi DVI masih terus berlangsung seiring proses pencarian korban oleh tim gabungan di lapangan.
Polda Jawa Timur juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga yang diduga menjadi penumpang KM Mutiara Sentosa II agar segera melaporkan diri dan menyerahkan data antemortem kepada Posko DVI. Langkah tersebut akan mempercepat proses pencocokan identitas apabila ditemukan korban lainnya.
“Untuk memudahkan koordinasi dan pelayanan informasi kepada masyarakat, Polda Jawa Timur membuka Pusat Informasi Operasi DVI KM Mutiara Sentosa II melalui nomor 0851-9044-7911,” ucap Wahono.
Polda Jawa Timur juga menyampaikan ucapan turut berduka cita yang mendalam atas tragedi KM Mutiara Sentosa 2, serta memastikan proses identifikasi akan terus dilakukan secara profesional, ilmiah, transparan, dan humanis hingga seluruh rangkaian Operasi DVI dinyatakan selesai, sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan kepastian kepada keluarga korban.
(Red)





